tell me if this is plagiarism or not

Pada majalah Femina edisi No. 51 Tgl. 31 Desember 2011 – 6 Januari 2012 halaman 122 s.d 124 dimuat cerita pendek berjudul ‘Rumah’ yang ditulis oleh Anawesti Martiani.  Melalui mention beberapa follower di akun Twitter gue @ikanatassa, mereka menyampaikan bahwa cerpen tersebut sangat mirip dengan Divortiare, sehingga pada tanggal 31 Desember 2011 gue memutuskan untuk membeli majalah Femina edisi tersebut dan membandingkan sendiri.  And damn, the resemblance is uncanny!

Kesamaan cerita itu khususnya terdapat di halaman 145 s.d 152 novel Divortiare, highlights are as follows:

  • Di Divortiare, tokoh utama Alexandra Rhea Wicaksono menikah dengan dokter jantung bernama Beno Wicaksono, dan mereka bercerai karena kesibukan masing-masing.  Di adegan halaman 145 s.d 152 tersebut, Alexandra bertemu dengan Beno di rumah mereka yang akan dijual.  Adegan ini mirip dengan cerpen ‘Rumah’ di mana tokoh utamanya Thea juga bertemu dengan mantan suaminya Tommy untuk menjual rumah.
  • Di Divortiare, Alexandra kaget saat melihat bahwa mantan suaminya Beno ternyata menempati rumah itu.  Hal ini juga sama dengan Thea yang juga kaget saat mengetahui bahwa mantan suaminya Tommy juga menempati rumah mereka.  Adegan saat Alexandra kaget melihat barang-barang Beno masih ada di rumah itu hampir sama persis dengan kekagetan Thea saat juga melihat barang-barang suaminya.
  • Di Divortiare, Alexandra masih berhubungan dengan mantan suaminya Beno karena Beno tetap ia butuhkan sebagai dokter.  Kasus yang sama juga terjadi antara Thea dan Tommy di cerpen tersebut.
  • Di Divortiare, Alexandra marah kepada Beno yang memiliki kebiasaan buruk makan mie instan saat ia menemukan mie instan cup di rumah tersebut, khususnya karena Beno adalah dokter and he should know better.  Di cerpen ‘Rumah’, Thea marah kepada Tommy saat menemukan puntung rokok.  The general idea of the scene is very similar, hanya menggantikan objek kemarahan dari mie instan menjadi rokok.
  • Di Divortiare, saat pertemuan di rumah itu, Beno bercerita bahwa dia sedang menginap di rumah itu karena butuh waktu tenang untuk berpikir selama mempersiapkan diri untuk operasi pemisahan kembar siam.  Di cerpen ‘Rumah’, Tommy juga bercerita tentang persiapannya untuk operasi caesar.
  • Di Divortiare halaman 60 paragraf 3, ada monolog Alexandra (karena penceritaan di novel ini dari sudut pandang orang pertama) yaitu: ‘Marriage counsellor kami – yes, we went to one – pernah bilang ketika salah seorang mulai menarik diri, seharusnya pasangannya mengalah, meraih pasangannya supaya ia tidak menarik diri lebih jauh lagi.’  Di cerpen ‘Rumah’, terdapat dialog Tommy yang mirip yaitu: ‘Harus ada satu orang yang berperan untuk mengalah dan menarik pasangannya setiap kali pasangannya menjauh.’

 Now tell me, is that plagiarism or not?

5 notes

Show

  1. cenkii said: Plagiat. Bangett!!
  2. floragustyani said: plagiarism for sure!! >.<
  3. ikanatassa posted this